Kemaren gwa dapet kosa kata baru tentang perfotografian ... entah angin dari mana ... tiba-tiba saja seseorang (siapa tuh?) mengaitkan poto-poto gwa dengan "Still Life Photography". Awalnya sih gwa nggak terlalu tertarik dengan kosa kata ini (sebenernya sih males nyari

), tapi karena banyak yg ngomong juga tentang ini, gwa jadi penasaran. Akhirnya setelah bermeditasi dan bertapa semalaman

, datanglah wangsit mengenai apa itu Still Life Photographi. Berikut Cuplikan dari Bisikan Ghaib tersebut yang ditulis dalam bahasa sang pembisik, tanpa diterjemahkan, biar lebih original (sebenernya sih Males nerjemahin

):
"Still life photography is the practice or products of depicting inanimate subject matter, typically commonplace objects which may be either natural or man-made. Still life is the photography of small groups of objects, either found or put together for the purpose. Still life photography gives the photographer more leeway in the arrangement of design elements within a composition than do photographs of other types of subjects such as landscape or portraiture.
Still life photography represents one of the most demanding aspects of photography. In this area the photographer is expected to have a highly refined sense of lighting coupled with superb compositional skills because the photographer is making pictures rather than taking them. Knowing where to look for propping and surfaces is also a valuable trait.
In addition to knowing the fundamentals of photography, successfull still life photographers are intimately familiar with the tools of this field: tremendous studio lighting skills, ability to use large format view cameras, a strong visual technique, and distinctive stylistic approach.
Still life is one of the hardest of photographic genres to define. Portraits, nudes, architecture, lingerie, even special effects all raise certain expectations; but still life is another matter. It ranges from advertising shots to the most personal of work; from pictures that can take days to assemble in the studio, to those that are "found" compositions and are photographed by available light in a few moments; from subjects no bigger than the palm of your hand to those which fill a room. "
Yaaah.. seperti itulah definisi dari still life photography (ngerti nggak ngerti manggut-manggut aja, biar nggak di sangka bego karena nggak ngerti bahasa inggris

)
Dan berhubung banyak request yang minta diajarin ttg style pothography yang satu ini maka dengan berat hati akan gwa paparkan sedikit cara dan langkah untuk mendapatkan hasil jepretan Still life yg menawan (mode "SOTOY ABIS" : ON). Gwa bagi Langkah-langkah ini kedalam dua jenis, ShortCut buat yg pengen dapetin langkah yg pendek dan instan, dan yg kedua Longway buat yg lebih suka dengan langkah yang panjang. OK kita mulai dengan ShortCut alias langkah instan:
1. Siapkan Kamera sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan (Maksudnya kalau nggak mampu beli kamera yang mahal beli aja kamera yg murahan yg penting asal kamera, kalo nggak mampu beli kamera mending beli aja buku gambar dan krayon, terus menggambar deh di taman

)
2. Siapkan objek yang akan menjadi model ( cari benda-benda yg foto genik, yang seksi dan menawan

), tiada akar rotanpun jadi ... tiada model kecoak pun jadi
3. Imajinasikan hasil yang ingin didapatkan didalam pikiranmu ( dari pada mikir yg kotor-kotor kan mending yang positif

), karena seperti kata Setepen Kopey, kamu bakalan dapetin apa yang kamu imajinasikan sebelumnya --- jangan terlalu percaya ding

.
4. Atur Objek dan Pencahayaan sesuai yg diinginkan ( kalo bisa sesuai yg diinginkan si objek

), kalo nggak punya lighting efek yg mumpuni pake aja yg murah meriah ... sinar matahari, jangan pake sinar bulan ntar jadi serigala jadi-jadian ... tuing ...tuing

.
5. Cari Angle yg tepat untuk memotret, sesuaikan dengan imajinasi yang telah di bangun (Ora usah angel-angel ... sesuai selera aja, inget slogan "Pria Punya Selera", emang wanita nggak punya selera?

)
6. Jepret deh dengan penuh penghayatan ... seolah-olah sedang upacara bendera ( katanya kan harus hidmat dan dihayati --- doktrin ibu dan bapak guru kita di SD

!!!)
6. Jangan percaya dengan hasil kamera kita (terutama yang kameranya murah meriah, seperti kamera hasil lotere atau beli di kaki lima), adjust/perbaiki karakteristik foto (pencahayaan, warna, tone,etc) dengan software image editor seperti Soto Pop CS, or etc. Nggak mampu beli softwarenya karena kemahalan? pake aja yg student version ( maksudnya beli di emperan deket-deket kampus, yg harga perkepingnya 10000-an, Miskin bukan berarti nggak kreatif kan

)
Ok ... segitu saja langkah instan nya. Gwa jamin udah baca trik dari gwa lo semua bakalan bingung, soalnya trik diatas nggak menjelaskan apa-apa

.
Untuk Longway versionnya, pikir aja sendiri, emang gwa nggak ada kerjaan lain apa nulis-nulis yg kayak ginian

. Sekali-kali kreatif lah,, terserah mau ngembangin dari shortcut version ato mau manjangin huuuuuuuuuruuuuuuuuf-huuuuuuuuuruuuuuuuuuufnya ... ap tu yu
Shout:
-Thank to All Of My Friends On DA, In All the World (emang ada berapa dunia?),and my friends in the Other World (emang ada dunia yg lain?)
- Thank to All Hacker And Cracker who find the crack for Soto Pop Cs
Best Regard
"Abal-Abal" Photograper
-------------------------------------
nb: iseng bener baca jurnal sampah kayak gini
========================================
MY FRIENDS IS MY BEST TEACHER
========================================
MY INDONESIAN FRIENDS:

MY FOREIGN FRIENDS:
AFFILIATES:
